Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
KPK Periksa Mantan Ajudan Bupati dan Mantan Kepala Bappeda Kampar PDF Cetak Email
Selasa, 26 Juni 2018 19:33

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/6/2018), memeriksa dua orang, salah satunya pejabat Kabupaten Kampar - Riau terkait lanjutan penyidikan dugaan Korupsi suap dana perimbangan keuangan daerah pada RAPN perubahan tahun anggaran 2018.

 


Dua orang yang diperiksa dalam statusnya sebagai saksi ini antara lain bernama Auliya Ulilah Usman, dengan posisinya ditulis selaku ajudan Bupati Kampar (Saat ini mantan ajudan, red) serta Azwan sebagai Kepala Bappeda Kampar (Sekarang Asisten II Setdakab Kampar, red). Ini dibenarkan juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan WhatSapp.


Kata Febri, keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka berinisial YP dan dilakukan di gedung KPK. "Diperiksa untuk tersangka YP di gedung KPK," tulis juru bicara Lembaga Antirasuah tersebut.


Penelusuran di situs resmi KPK, YP adalah satu dari total empat tersangka yang ditangkap KPK terkait perkara tersebut. Ia menjabat sebagai Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI.


Sementara tiga tersangka lainnya berinisial AMS selaku anggota DPR RI 2014-2019 dan dua lainnya dari pihak swasta, masing-masing berinisial EKK dan AG. Mereka berempat kini sudah ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.


Tersangka AMS selaku anggota DPR RI periode 2014-2019 diduga bersama-sama dengan YP serta EKK selaku perantara penerima hadiah atau janji terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPN-P T8 2018.


Sedangkan AG diduga sebagai pemberi. Ia disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Sebelumnya, KPK mengamankan total sembilan orang pada Jumat (4/5/2018) di Jakarta, termasuk YP yang ditangkap dikediamannya daerah Bekasi. Diduga, pemberian suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P TA 2018.grc/nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy