Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Resmikan Satgas Money Politic, Kapolda Riau: Pemberi dan Penerima Dipidana PDF Cetak Email
Minggu, 24 Juni 2018 22:10

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Kapolda Riau Irjen Nandang mewanti-wanti masyarakat dan pihak yang terlibat politik uang (Money Politic) saat Pilkada 2018, Rabu (27/6/18) mendatang, akan dikenakan sanksi pidana.

 


Ia pun mengimbau masyarakat supaya menghindari hal tersebut. Bila perlu laporkan agar bisa ditindak lanjuti.Kapolda Riau juga menegaskan, pihak yang menerima atau memberi (Uang) dapat dijerat sanksi hukum, dan itu tak bisa ditawar-tawar lagi.


"Tentu, ada sanksi bagi pemberi dan penerima (Dalam money politic, red). Ancaman maksimal tiga tahun penjara dan denda Rp200 juta. Kita imbau masyarakat, jangan sampai menerima karena akan kena juga," tegas Irjen Nandang, Ahad (24/6/18) petang.


"Jangan karena uang yang enggak seberapa, walau Rp100 ribu akhirnya kena sanksi. Kita imbau masyarakat jangan sampai menerima. Laporkan secara diam-diam jika memang ada ditemukan, beritahu identitasnya sehingga kita bisa menelusuri," Sebut dia.


Pihaknya, atau Gakkumdu (Penegakkan hukum terpadu) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) siap menerima laporan masyarakat, jika memang ditemukan ada praktik politik uang (Money Politik, red). "Bisa via telepon, bertemu langsung atau lewat pesan, ini bentuk partisipasi masyarakat," pertegasnya.


Untuk mencegah money politik dilakukan, Satgas khusus pun resmi dikerahkan sejak Minggu hingga hari pencoblosan pada 27 Juni 2018 nanti, yang berpatroli ke tempat-tempat yang berpotensi terjadinya praktik politik uang. Dipastikan Irjen Nandang, ini berlaku untuk seluruh Riau.


"Ini sebagai upaya pencegahan, dan tugas lainnya nanti berupa pemeriksaan, termasuk kendaraan yang dicurigai membawa barang atau sesuatu yang digunakan untuk memengaruhi masyarakat memilih Paslon," sebut Kapolda Riau.grc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy