Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Ingin Melerai, Polisi Ini Malah Dikeroyok PDF Cetak Email
Rabu, 06 Juni 2018 19:02

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Berniat ingin melerai perkelahian, seorang anggota polisi di Pekanbaru berinisial WS (35), malah menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang.

 


Saat itu WS bermaksud hendak melerai perkelahian antara seorang pria berinisial Ra dan pria berinisial RS, Selasa (5/6/2018) kemarin. Namun saat melerai, RS dan teman-temannya malah marah dan melakukan pemukulan secara bersama-sama terhadap WS.


Akibatnya, WS mengalami luka memar dan sakit dibagian telinga kanan bawah. Kejadian yang menimpanya itu pun dilaporkan WS ke kantor polisi.


Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia menjelaskan, saat ini laporan korban sedang dalam proses pengusutan lebih lanjut."Menurut pengakuannya, korban dipukuli beberapa orang. Saat ini kasusnya sedang dalam penyelidikan," papar dia.tpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran