Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Ternyata, PHO Pembangunan RTH Buat Berita Acara Palsu PDF Cetak Email
Kamis, 31 Mei 2018 19:21

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Ketua Tim Proporsional Hand Over (PHO) pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar, Ardiansyah, diketahui membuat berita acara palsu usai melakukan pengecekan pembangunan RTH, sebelum menyerahkan hasilnya ke Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK).

 


Ardiansyah membuat seolah-olah PHO telah melakukan rapat internal setelah meninjau dan memverifikasi pembangunan RTH sebelum diteruskan ke PPK. Hakim anggota sidang Tipikor, Suryadi mencecar Ardiansyah dalam sidang lanjutan, Kamis (31/5/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.



Ia membeberkan Berita Acara Pemeriksaan yang menyebutkan jika Ardiansyah mengatakan telah melakukan rapat sebelum menyerahka hasil verifikasi ke PPK."Apa maksud bapak tidak ada rapat tapi disebutkan seolah-olah rapat diadakan,"katanya.


Diketahui dalam BAP disebutkan jika PPK, Yusrizal membuat daftar hadir rapat internal PHO yang sama sekali tidak pernah dilakukan. Daftar hadir ini diserahkan ke Ardiansyah untuk ditandatangani.


"(Dalam BAP) Anda sebutkan yang meminta membuat daftar hadir Yusrizal (PPK)," lanjutnya.


PHO seharusnya melakukan rapat internal atas hasil verifikasi pembangunan proyek sebelum menyerahkannya kepada PPK sebagai syarat pencairan anggaran pembangunannya.


Kenyataannya, Asrdiansyah tidak pernah menggelar rapat bersama anggotanya di PHO atas hasil verifikasi mereka, dan membuat berita acara rapat palsu.


Ardiansyah dalam sidang kali ini menjadi saksi bersama empat anggota PHO lainnya. Ia bersaksi untuk terdakwa Dwi Agus Sumarno, Yulia JB, dan Rinaldi Mugni.


Pembangunan RTH Tunjuk Ajar sendiri dianggarkan sebesar Rp 8 miliar lebih, dengan nilai kerugian negara lebih dari satu Miliar Rupiah.tpc/nor




 

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota