Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Hanyut di Sungai Siak, Bocah SD Ditemukan Meninggal PDF Cetak Email
Selasa, 29 Mei 2018 14:58

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Seorang bocah perempuan bernama Deca Nabila Afrizal yang masih berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia di Sungai Siak, Selasa (29/5/18) pagi. Sebelumnya ia dikabarkan hilang di sungai tersebut.

 


Menurut informasi dari pihak kepolisian, korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tersebut, pergi bersama belasan kawan-kawannya sepulang sekolah ke bawah Jembatan Leighton Siak I, Kelurahan Bandar, Kecamatan Senapelan, pada Senin (28/5/18) sekitar pukul 14.00 WIB.


Sesampainya disana, korban bersama teman-temannya mandi di tepian sungai. Ketika sedang asyik mandi, korban dan Afdal terbawa arus sungai Siak.


Salah salah seorang dari teman mereka bernama Indra yang pandai berenang langsung menolong mereka dan membawa ke tepi sungai. Afdal naik ke atas pelataran, sedangkan korban tetap duduk di tepian sambil muntah-muntah.


Karena dirasa sudah aman, Indra pun meninggalkan mereka dan melanjutkan mandi bersama teman-teman yang lain. Hingga pukul 16.00 WIB mereka hendak pulang ke rumah, di situlah mereka tersadar bahwa korban sudah tidak ada lagi.


"Mereka hanya menemukan sandal korban. Salah satu teman korban ada juga yang kehilangan sandal, jadi mereka mengira si korban mungkin sudah pulang duluan," ungkap Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Andhia pada Selasa siang.


Tak lama setelah itu, sekitar pukul 19.00 WIB, teman-teman korban pergi ke rumah korban untuk mengajak bermain. Tapi korban tidak ada di rumah.


Teman-teman korban pun kembali ke tempat pemandian semula guna mencari korban. "Anak-anak ini sempat minta tolong kepada penjual jagung. Tapi penjual jagung bilang bahwa teman mereka hilang," jelasnya.


Mendengar temannya hilang, anak-anak ini pun melaporkannya ke Polsek SKP. Kemudian ditindaklanjuti oleh polisi dengan melakukan pencarian.


"Kita lakukan pencarian dan baru ditemukan beberapa jam kemudian. Korban meninggal dunia dan diserahkan ke pihak keluarga," pungkas Kasubbag.ck/nor



 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat