Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Ratusan Orang jadi Korban, Ditreskrimsus Polda Riau Bekuk Penjahat Cyber Modus SMS Berhadiah PDF Cetak Email
Selasa, 29 Mei 2018 14:53

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Sub-Direktorat II Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, meringkus seorang pria berinisial AS. Penjahat dunia maya (Cyber) ini sukses menipu ratusan korbannya dengan modus undian berhadiah.

 


Sepak terjang pria berusia 21 tahun ini berakhir, setelah dibekuk aparat Ditreskrimsus Polda Riau di Kabupaten Sidenreng Sulawesi Selatan. AS ditangkap setelah Polda Riau mendapat laporan terkait penipuan tersebut.


Modusnya, AS mengirimkan puluhan ribu SMS (Pesan singkat, red) memanfaatkan salah satu provider ke nomor pelanggan secara acak. Untuk meyakinkan korban, ia bahkan membuat tiga website bodong.


Dalam website itu, AS mencantumkan nama sejumlah pejabat yang tidak valid alias akal-akalan saja, plus dengan izin palsu dari departemen terkait. Ini dilakukan agar lebih meyakinkan korbannya.


Tidak hanya meminta sejumlah uang, AS diketahui juga meminta sejumlah pulsa kepada korban-korbannya. Setelah semua yang diinginkan diperoleh, pelaku menghilang dan tidak terlacak lagi, hingga akhirnya dibekuk polisi.


Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setiawan pada Selasa (29/5/2018) siang menuturkan, AS bakal dijerat dengan tindak pidana ITE (UU ITE) dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.


"Kita telusuri dari laporan yang masuk ke Ditreskrimsus Polda Riau, dan yang bersangkutan berhasil diamankan oleh Subdit II pada 26 Mei 2018," terangnya didampingi Kabid Humas AKBP Sunarto serta Kasubdit II AKBP John Ginting.grc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda permata intan
Pantun Melayu jangan abaikan
Di dalamnya banyak mengandung pesan
Pegang olehmu jadi pedoman