Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Sidang RTH, Yusrizal Sebut Nama Kadis dan Gubernur PDF Cetak Email
Senin, 14 Mei 2018 20:00

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Untuk kesekian kalinya dalam sidang dugaan korupsi korupsi proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, kembali menyinggung nama Gubernur Riau, Senin (14/5/18) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

 


Kali ini, Yusrizal, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Tri Riswanto, sebagai peneliti kontrak. Kepada majelis hakim yang dipimpin Bambang Myanto SH, saksi mengakui ada intervensi terdakwa Dwi Agus Sumarno selaku Kepala Dinas PU Riau dalam proyek ini.


Yusrizal mengakui, jika pembangunan tugu itu diluar rencana awal dan tidak termasuk dalam item pengerjaan. Bahkan dia sempat menolak adanya penambahan pembangunan senilai Rp425 juta itu kepada terdakwa Dwi.


"Namun pak Dwi tetap mengatakan pembangunan tugu harus dilaksanakan. Karena itu sudah merupakan instruksi Pak Gubernur,"katanya.


Hakim sempat menanyakan apakah adanya ide penambahan pembangunan tugu itu berdasarkan hasil rapat di lapangan atau berdasarkan kondisi di lapangan. Saksi mengatakan, berdasarkan hasil rapat di lapangan.


Untuk diketahui, proyek pembangunan tugu integritas anti korupsi dan RTH yang berlokasi dibekas kantor PU Riau tersebut, menganggarkan dana sebesar Rp 8 miliar lebih. Namun pada pelaksanaannya, telah terjadi pemnyimpangan yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp935 juta.


Jaksa penuntut umum (JPU) M Amin SH menjerat tiga terdakwa yakni Dwi Agus Sumarno, Yuliana J Baskoro dan Rinaldi Mugnu, dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undamg (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP ayat (1) ke-1 KUHP.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri