Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Hari Ini Jaksa Periksa Tersangka Korupsi Simkudes Siak di Rutan PDF Cetak Email
Senin, 07 Mei 2018 10:33

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Abdul Hakim akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Keuangan Desa (Simkudes) Pemerintah Kabupaten Siak, Senin (7/5/18) hari ini. Direktur PT Dimensi Tata Desantara (DTD) itu akan diperiksa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Jalan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan mengatakan, Abdul Hakim sejatinya bisa langsung diperiksa. Dikarenakan Abdul Hakim tidak didampingi Penasehat Hukum, maka hal itu urung dilakukan.

"Penasehat hukumnya sedang berada di Padang. Mungkin pemeriksaan dilakukan Senin,"katanya.

Sebelum menyandang status tersangka, Abdul Hakim sempat dipanggil sebagai saksi untuk pesakitan lainnya, Abdul Razak yang merupakan mantan Kepala BPMPD Siak. Namun tiga kali surat panggilan dilayangkan, tak satupun dipenuhinya, hingga akhirnya Kejari Siak yang menangani perkara itu memasukkannya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) pada pertengahan Desember 2017 lalu.

Menindaklanjuti hal itu, Kejari Siak bekerjasama dengan Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) Kejagung, terus melacak keberadaan Abdul Hakim hingga akhirnya dilakukan penangkapan. Saat ditangkap, Abdul Hakim diketahui tengah berjualan kopi menggunakan mobil di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/5) kemarin.

PT DTD sendiri adalah rekanan dari Badan Pemerintahan Masyarakat Desa (BPMPD) Siak dalam proyek yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran (TA) 2015. Setiap dokumentasi pada program Simkudes dari pihak rekanan ditandatangani oleh Abdul Hakim tersebut.

Dengan telah ditangkapnya Abdul Hakim, Penyidik Kejari Pekanbaru berupaya merampungkan berkas perkaranya. Salah satunya dengan memeriksanya dalam statusnya sebagai tersangka.

Dikarenakan dia telah berada di Rutan Sialang Bungkuk, proses pemeriksaannya akan dilakukan di sana. "Di (Rutan) Sialang Bungkuk (pemeriksaan Abdul Hakim), hari Senin," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Siak, Immanuel Tarigan, Ahad (6/5/18).

Selain Abdul Hakim, perkara ini juga menjerat Abdul Razak. Mantan Kepala Kepala BPMPD Siak, Abdul Razak sudah menjalani persidangan dan dinyatakan bersalah. Meski begitu, dia hanya divonis satu tahun penjara pada sidang putusan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (15/1) lalu. Terdakwa juga dihukum membayar denda Rp50 juta atau subsider 1 bulan penjara.rmc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Supaya iman tidak berkisar
Supaya hidup tidak terlantar
Bila mati tidak tercemar
Masuk ke dalam syurga bersinar