Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kelima

    jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.

    jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.

    jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.

    jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.

    jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.

    jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Hakim Sorta Vonis Seumur Hidup Pembunuh Janda PDF Cetak Email
Jumat, 04 Mei 2018 13:15

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru yang dipimpin Sorta Ria Neva SH, menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap Bagas Aris Pradeka alias Aris (30), yang membunuh seorang janda,Santi Lestari (35).

Vonis yang dibacakan hakim pada Kamis (4/5/18) malam itu menyebutkan, terdakwa Bagas terbukti bersalah melanggar pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana."Menghukum terdakwa dengan penjara seumur hidup,"kata Sorta.

Hukuman itu lebih tinggi dari tuntutan jaksa Budi SH sebelumnya selama 20 tahun penjara. Atas vonis itu, terdakwa dan jaksa menerimanya.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada tanggal 25 Agustus 2017 silam. Berawal ketika terdakwa meminta dibelikan sabu-sabu paket Rp300 ribu kepada korban, yang juga sebagai pacarnya itu.

Namun keesokan harinya, pelaku tidak bisa menghubungi korban sehingga membuatnya mulai sakit hati.Terdakwa akhirnya bisa menghubungi korban dan korban meminta terdakwa datang ke rumahnya di Jalan Mangga Besar, Kecamatan Tenayan Raya.

Korban meminta terdakwa datang ke rumahnya. Saat itu, mengatakan punya sabu-sabu dan meminta korban membawa uang Rp100 ribu.

Setibanya di rumah korban, terdakwa masuk ke kamar dan menghisap sabu-sabu yang diduga sisa dari korban. Kepada terdakwa korban berjanji akan memberikan kembali sabu-sabu karena dia akan pergi.

Sebelum pergi, terdakwa mengajak kekasih gelapnya berhubungan badan dan menjanjikan uang jajan Rp65 ribu. Saat itu, timbul niat terdakwa ingin membunuh korban karena sakit hati sabu-sabu yang dijanjikan masih kurang.

Usai bermesraan, pria pengangguran itu mencekik leher korban dan menghempaskan kepala korban berulang kali ke lantai. Tubuh korban juga diinjak-injak hingga tak bergerak lagi.

Usai membunuh korban, terdakwa mengambil barang-barang berharga milik korban seperti cincin, handphone, uang sekitar 150 ribu dan sepeda motor Yamaha Mio. Setelah itu, terdakwa kabur meninggalkan korban.

Warga Jalan Putra Panca, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru itu ditangkap polisi di Jalan Utama, Kecamatan Bukit Raya, pada 5 September 2017, setelah 10 hari jadi buronan. Polisi terpaksa melepaskan timah panas karena terdakwa melawan.nor

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang