Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Korupsi SPPD Fiktif, Mantan Kadishut Kampar dan Bendahara Diadili PDF Cetak Email
Rabu, 02 Mei 2018 17:45

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM-Mantan Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kabupaten Kampar, M Sykur dan Bendaharanya, Dedi Gusman, menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif, Rabu (2/5/18) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

 

Sidang yang dipimpin majelis hakim Arifin SH ini, dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) BP Ginting dari Kejaksaan Negeri Bangkinang. Dikatakan JPU, perbuatan kedua terdakwa yang merugikan negara sebesar Rp 3,6 miliar itu terjadi tahun 2014 hingga 2015 lalu.

 

Ketika itu,  Syukri menjabat sebagai kepala dinas dan Dedi Gusman sebagai bendahara."Kedua terdakwa banyak melakukan atau mengadaakan kegiatan perjalanan dinas fiktif,"kata jaksa.

 

Disebutkan juga, kedua terdakwa haya mengambil uangnya saja untuk keperluan pribadi.Modus terdakwa hanya menggerogoti uang negara dengan melakukan perjalanan dinas fiktif.

 

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi terdakwa.nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri