Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kelima

    jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.

    jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.

    jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.

    jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.

    jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.

    jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Hakim Vonis Deyu 20 Bulan, Deliana 14 Bulan Penjara PDF Cetak Email
Kamis, 12 April 2018 19:40

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru menjatuhkan vonis selama 1 tahun dan 8 bulan (20 bulan-red) terhadap mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pengeluaran Bapenda Riau, Deyu, dalam kasus pemotongan anggaran atau dana perjalanan dinas serta membuat Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif.

 


Sementara terdakwa lainnya, mantan Sekretaris Bapenda Riau Deliana divonis selama 1 tahun dan 2 bulan (14 bulan-red), Kamis (12/4/18) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Majelis hakim yang dipimpin Sulhanuddin SH menyatakan kedua terdakwa bersalah melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Kedua terdakwa juga harus membayar denda sebesar Rp50 juta."Atau subsider selama satu bulan penjara,"kata hakim.


Atas vonis hakim itu, kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir. Hal senada juga disampaikan oleh  Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Amin SH.


Sebelumnya, JPU menuntut Deyu jaksa selama 2,5 tahun penjara. Kemudian, Deliana dituntut selama  1,5 tahun penjara.


Deyu dan Deliana dan dihadirkan jaksa kepengadilan tipikor Pekanbaru. Atas perkara tindak pidana korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif.Perbuatan kedua pejabat di lingkungan Pemprov Riau tersebut terjadi tahun 2015 lalu. Keduanya didakwa telah membuat SPPD fiktif dengan cara melakukan pemotongan dana perjalanan dinas sebesar 5 persen, dan tahun 2016 sebesar 10 persen.


Modus penyelewengan atau penyimpangan dana perjalanan dinas tersebut. Kedua terdakwa membuat, mengeluarkan dan mencairkan dana perjalanan dinas keluar daerah.


Namun, kegiatan perjalanan dinas tersebut tidak ada. Kemudian ada lagi modus terdakwa yaitu, kegiatan perjalanan dinas dua orang tapi SPPD lima dan ada juga uang dikeluarkan akhir tahun tapi tak digunakan. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp1,3 miliar.nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang