Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Jaksa Tuntut Mantan Kepala BPN Kampar Enam Tahun Penjara PDF Cetak Email
Kamis, 12 April 2018 19:25

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM-Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasioanal (BPN) Kampar Zaiful Yusri, dituntut jaksa selama enam tahun penjara terkait dugaan korupsi manipulasi penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

 


Selain Zaiful, lima terdakwa lainnya yakni, Subiakto, PNS Pemkab Kampar, Hisbun Nazar, pensiunan BPN Kampar, Rusman Yatim, Kepala Desa Kepau Jaya, Kampar, dan Edi Erisman, pensiunan PNS, dituntut selama lima tahun penjara."Para terdakwa bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,"kata jaksa Penuntut Umum (JPU) Lexy SH dan BP Ginting SH, Kamis (12/4/18) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.


Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Bambang Myanto SH, JPU menyebutkan, terdakwa Zaiful juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 200 juta atau subsider 3 bulan. Atas tuntutan jaksa itu, keenam terdakwa akan menyampaikan pledoi pada sidang mendatang.



Berdasarkan dakwaan jaksa keenam terdakwa didakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara melakukan pelepasan Sertfikat Hak Milik (SHM) di kawasan hutan Teso Niilo Kabupaten Kampar, menjadi milik pribadi.


Penerbitan ratusan SHM ini diketahui kerugian negara sebesar Rp 14.454'240.000. Kerugian ini meliputi, nilai hutang berupa lahan seluas 5.500.000.000 M2 dan kerugian pengelolaan sebesar Rp 12 miliar.


Kasus ini berawal pada 2003 hingga 2004 lalu, ketika itu Kantor Pertanahan Kampar menerbitkan 271 SHM atas nama 28 orang, seluas 511,24 hektare (Ha). Berdasarkan penyelidikan, penerbitan SHM tersebut tak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 1997 dan Peraturan Kepala Badan No 03 tahun 1999 jo Nomor 09 tahun 1999.


Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar, tidak mengisi blanko risalah pemeriksaan dengan benar, sehingga rekomendasi pemberian hak milik kepada pemohon SHM, tidak dapat dijadikan dasar. Selain itu, SHM yang diterbitkan tersebut berada di Kawasan Hutan Tesso Nilo, di Desa Bulu Nipis atau Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak, Kampar.nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Supaya iman tidak berkisar
Supaya hidup tidak terlantar
Bila mati tidak tercemar
Masuk ke dalam syurga bersinar