Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Korupsi BRIAgro Pekanbaru Rugikan Negara Miliaran Rupiah PDF Cetak Email
Kamis, 08 Maret 2018 20:31

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Proses penyidikan kasus dugaan rekayasa kredit di BRIAgro Cabang Pekanbaru sebesar Rp4 miliar mulai menampakkan titik terang. Selain diyakini telah ada unsur perbuatan melawan hukum, perkara tersebut juga telah terdapat kerugian negara yang nilainya mencapai miliaran rupiah.


Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru Suripto Irianto, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru Azwarman, Kamis (8/3/18).

Dikatakan Warman, adanya dugaan kerugian negara itu diketahui setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau melakukan audit Penghitungan Kerugian Negara (PKN) dalam perkara yang terjadi tahun 2009 lalu itu.

"Kita selalu berkoordinasi dengan BPK terkait audit PKN. Hasilnya, mereka (BPK, red) meyakini ada kerugian negara dalam perkara tersebut," ungkap Warman kepada Riaumandiri.co di ruangannya.

Adapun nilainya, sebut Warman, mencapai miliaran rupiah. Saat ini, BPK terus melakukan finalisasi audit sebelum diserahkan ke Penyidik untuk melengkapi berkas perkara.

"Nilai (kerugian negaranya) sudah ada, tapi belum bisa kami sampaikan pastinya. Tapi diyakini mencapai miliran rupiah. Saat ini BPK masih melakukan finalisasi penghitungan. Untuk audit PKN murni BPK yang melakukannya," terang Warman.rmc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat