Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Tipu Rekan Bisnis Rp1,3 Miliar, Jaksa Tuntut Safaat Tiga Tahun Penjara PDF Cetak Email
Kamis, 08 Maret 2018 19:54

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Direktur Utama (Dirut) PT Karya Abadi Energi (KAE) Safaat Nuh, dituntut jaksa selama tiga tahun penjara dalam kasus penipuan terhadap rekan bisnisnya Anton, sebesar Rp1,3 miliar.

 


Jaksa penuntut umum (JPU) Osi SH dalam amar tuntutannya yang dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (8/3/18) menyatakan, terdakwa bersalah melanggarn pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP tentang penipuan."Menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama tiga tahun,"katanya.


Atas tuntutan jaksa itu, Safaat tampak terkejut. Kepada majelis hakim yang dipimpin Abdul Azis SH, terdakwa akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang mendatang.


Peristiwa penipuan yang dilakukan terdakwa ini berawal ketika Anton selaku Direktur CV Buatan melakukan kerjasama dengan Safaat dalam bisnis suplai tandan buah segar (TBS) Sawit.


Saat itu, Anton menjadi rekan bisnis terdakwa untuk menyuplai sawit untuk PKS PT KAE sekitar akhir Februari 2017 lalu. Total kerjasama suplai TBS sawit itu mencapai Rp4,1 miliar lebih.


Namun saat pembayaran, terdakwa selalu tidak pernah melunasinya. Terdakwa hanya membayar dengan total Rp2,8 miliar. Masih ada sisanya sekitar Rp1,3 miliar lebih.


Lalu, pada tanggal 3 Maret 2017, terdakwa mulai mengangsur hutangnya dengan menyerahkan cek kontan sebesar Rp1 miliar kepada korban. Kemudian, korban mencairkan cek tersebut ke BRI Cabang Jalan Imam Munandar pada tanggal 21 Maret 2017.


Akan tetapi, pada saat Anton ingin mencairkan cek itu, pihak bank menolaknya. Alasannya, cek tersebut sudah diblokir terdakwa.


Ketika itu terdakwa mengaku kepada bank jika ceknya tersebut hilang dan telah dilaporkan ke Polsek Limapuluh. Kontan saja, Anton tidak terima dengan penipuan terdakwa itu.


Selanjutnya, Anton berulang kali menghubungi terdakwa untuk segera melunasi hutangnya itu. Namun dengan berbagai alasan, terdakwa selalu mengelak untuk membayar.Akhirnya, kasus ini dilaporkan korban ke Polda Riau.nor





 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu