Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kelima

    jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.

    jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.

    jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.

    jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.

    jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.

    jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Tujuh Tahanan Polres Inhu Nyaris Kabur Setelah Ancam Petugas dan Lepaskan Tembakan PDF Cetak Email
Rabu, 07 Maret 2018 18:27

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Tujuh orang tahanan Mapolres Inhu Provinsi Riau nyaris meloloskan diri setelah mengancam petugas, bahkan sempat melepas berkali-kali tembakan ke gembok pengunci sel. Beruntung, polisi lainnya segera mengepung, sehingga ketujuh orang itu tak berhasil lolos.

 


Peristiwa ini berlangsung Selasa (6/3/2018) sore kemarin. Diduga, aksi pelarian tersebut sudah direncanakan para tahanan. Itu berawal ketika salah satu dari mereka (Tahanan, red) berinisial Hn memanggil petugas jaga, Bripda Damendra untuk minta tolong diambilkan obat salep.


Ketika salep ini diserahkan melalui celah sel, Hn langsung menarik tangan Damendra. Seketika itu pula, satu tahanan lain berinisial DS mengambil peran dengan memegang kaki polisi tersebut. Dalam kondisi dua lawan satu, Damentra berusaha keras untuk melepaskan, namun tidak berhasil.


Ketika itu pula, tahanan lain berinisial Ax, yang diduga sebagai otak dalam aksi tersebut menodongkan senjata api kepada Damendra. Ia mengancam bakal menembak petugas jaga ini jika kunci sel tidak diserahkan. Dalam posisi tersudut, ia pun berteriak minta tolong kepada rekan-rekan yang lainnya.


Beruntung pistol ini tidak melukainya, dan Damentra berhasil lepas dari tangan tahanan, berkat bantuan beberapa orang rekannya. Sadar kalau Ax dapat melakukan aksi yang lebih berbahaya, aparat berwajib pun lari ke luar pintu sel dan langsung menguncinya dengan gembok.


Rupa-rupanya Ax tak menyerah. Ia melepas berkali-kali tembakan ke gembok tersebut, dengan harapan agar bisa terbuka lalu kabur. Sementara di luar, aparat kepolisian yang mengetahui kejadian ini langsung melakukan pengepungan.


Singkat cerita, polisi kemudian bernegosiasi dengan Ax agar menghentikan upayanya. Ini membuahkan hasil, dan Ax yang diketahui merupakan tahanan titipan Kejaksaan tersebut akhirnya berhenti menembak dan melemparkan pistolnya. Seketika itu petugas masuk dan mengamankan mereka.


Data yang dirangkum, identitas tujuh tahanan yang diduga hendak melakukan pelarian itu antara lain Ax, Hn, AGP, DS, FH dan AS, yang kesemuanya terlibat kasus terkait peredaran Narkoba. Satu tahanan lagi berinisial RD, atas kasus penggelapan. Mereka langsung diamankan.


Pasca kejadian, di lantai sel ditemukan 17 selongsong amunisi berserakan, yang diduga diletuskan Ax untuk membuka gembok. Didapati juga 10 butir amunisi (Peluru) aktif. Polres Rohul pun langsung mengambil tindakan, dengan memeriksa ketujuh tahanan dan internal (Petugas jaga) saat itu.


Kapolda Riau Irjen Nandang, Rabu (7/3/2018) sore mengungkapkan, telah mengintruksikan internalnya untuk memeriksa peristiwa tersebut, termasuk asal usul senjata api yang dipakai Ax dalam rencana pelarian. Diduga, pistol tersebut disusupkan oleh istrinya pada waktu besuk.


"Sudah dalam proses pemeriksaan, baik itu tahananannya termasuk anggota kita. Kemudian soal adanya pistol itu juga kita dalami. Yang jelas orang yang datang (besuk, red) pasti diperiksa barang bawaannya, jadi bukan karena kelalaian, namun karena kurang teliti dan cermatnya anggota," ungkap Nandang.grc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat