Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Hakim Bentak Adik Ipar Kadis PUPR Pekanbaru PDF Cetak Email
Selasa, 09 Januari 2018 20:55

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru terpaksa membentak Said Al Kudiri (22), salah seorang terdakwa kasus dugaan pungutan liar (Pungli) sebesar Rp10 juta di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru.

 


Said yang juga adik ipar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Zulkifli Harun itu dibentak hakim, lantaran kerap memotong pembicaraan di persidangan."Kamu dengar dulu, jangan asal jawab saja,"bentak hakim Anggota Drajat SH, Selasa (9/1/18).


Kekesalah hakim Drajat itu akumulasi sikap Said yang selalu menjawab pertanyaan hakim tanpa mendengarkan penjelasan terlebih dahulu."Dengan dan pahami dulu pertanyaannya, baru kamu jawab,"sergah Drajat lagi.


Selain itu, Said juga kerap menjawab pertanyaan dengan berbelit-belit dan berbeda dengan keterangan saksi sebelumnya. Sehingga hakim berulang kali mengingatkannya untuk berkata jujur.


"Benar Pak hakim, saya tidak pernah melakukan pemungutan. Tetapi menerima uang ada,"jawabnya, yang disambut tawa oleh hakim.


Selain Said, dalam kasus ini Jaksa Penuntut Umun (JPU) M Amin SH dan Oka Regina SH juga menjerat terdakwa Zulkifli Harun, Martius (34) dan M Hairil (22).


Perbuatan Zulkifli Harun diketahui usai tiga bawahannya operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim Saber Pungli Polda Riau, pada tanggal 9 April 2017 lalu. Ketiga tenaga honorer di Dinas PUPR Pekanbaru itu kedapatan menerima uang untuk pengurusan izin usaha.


Dari pengakuan ketiganya, mereka menerima uang sebanyak Rp 10 juta. Selanjutnya, hasil pungli dari pengurusan izin itu diserahkan kepada atasannya Zulkifli Harun.


Akibat perbuatan para terdakwa, jaksa menjeratnya dengan melanggar Pasal 12 huruf e dan Pasal 12 a UU no 20 tahun 2001 tentang perubahan UU no 31 tahun 1999, tentang pemberantasan korupsi.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Supaya iman tidak berkisar
Supaya hidup tidak terlantar
Bila mati tidak tercemar
Masuk ke dalam syurga bersinar