Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Gubri Andi Minta Usut Pelaku Pembakar Istana Siak PDF Cetak Email
Senin, 08 Januari 2018 21:21

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman menyayangkan adanya upaya pembakaran Istana Siak Sri Indrapura oleh orang tak dikenal (OTK), Senin (8/1/18) dan meminta pihak berwenang mengusutnya.

 


"Saya menyayangkan masih ada orang yang tak peduli dengan cagar budaya dengan cara membakarnya. Apalagi Istana Siak merupakan cagar budaya, dan Siak sudah merupakan Kota Pusaka,"katanya.


"Ini harus diusut tuntas karena Istana Siak merupakan marwah masyarakat Riau khususnya, nusantara umumnya. Pihak keamanan harus mengusut ini sampai tuntas,"¬Ětegas Gubri.


Selain melaporkan kepada pihak berwajib, Gubernur Riau juga meminta instansi terkait melaporkan peristiwa ini ke Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI karena Istana Siak merupakan cagar budaya tak ternilai harganya.


"Karena berdasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.13/PW.007/MKP Tahun 2004 menyebutkan, bahwa Istana Siak Sri Indrapura sebagai Cagar Budaya,"jelasnya.


Senada dengan Gubri, Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen juga mengaku kecewa dengan aksi OTK tersebut. Menurutnya, para pelaku pengrusakan Cagar Budaya akan mendapatkan hukuman pidana.


"Ini telah diatur dalan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, mengacu pada pasal 105 menyatakan setiap orang yang dengan sengaja merusak Cagar Budaya sebagaimana dimaksud pasal 66 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 15 tahun dan/denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp5 milyar,"terangnya.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran