Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kelima

    jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.

    jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.

    jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.

    jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.

    jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.

    jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Gubri Andi Minta Usut Pelaku Pembakar Istana Siak PDF Cetak Email
Senin, 08 Januari 2018 21:21

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman menyayangkan adanya upaya pembakaran Istana Siak Sri Indrapura oleh orang tak dikenal (OTK), Senin (8/1/18) dan meminta pihak berwenang mengusutnya.

 


"Saya menyayangkan masih ada orang yang tak peduli dengan cagar budaya dengan cara membakarnya. Apalagi Istana Siak merupakan cagar budaya, dan Siak sudah merupakan Kota Pusaka,"katanya.


"Ini harus diusut tuntas karena Istana Siak merupakan marwah masyarakat Riau khususnya, nusantara umumnya. Pihak keamanan harus mengusut ini sampai tuntas,"¬Ětegas Gubri.


Selain melaporkan kepada pihak berwajib, Gubernur Riau juga meminta instansi terkait melaporkan peristiwa ini ke Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI karena Istana Siak merupakan cagar budaya tak ternilai harganya.


"Karena berdasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.13/PW.007/MKP Tahun 2004 menyebutkan, bahwa Istana Siak Sri Indrapura sebagai Cagar Budaya,"jelasnya.


Senada dengan Gubri, Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen juga mengaku kecewa dengan aksi OTK tersebut. Menurutnya, para pelaku pengrusakan Cagar Budaya akan mendapatkan hukuman pidana.


"Ini telah diatur dalan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, mengacu pada pasal 105 menyatakan setiap orang yang dengan sengaja merusak Cagar Budaya sebagaimana dimaksud pasal 66 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 15 tahun dan/denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp5 milyar,"terangnya.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri