Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kasus Pungli Prona dan Korupsi APBDKam di Siak Segera Disidangkan PDF Cetak Email
Jumat, 05 Januari 2018 17:10

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pengadilan Tipikor Pekanbaru akan menyidangkan dua perkara dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Siak.

 


Dua berkas perkara korupsi yang dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak  itu diantaranya, kasus pungutan liar (Pungli) pengurusan sertifikat Prona, dengan terdakwanya Suparman, mantan Kaur Pemerintahan di Desa Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

.



"Kemudian satu lagi, berkas dugaan korupsi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Anggaran Belanja Dana Kampung (APBKam) Muara Bungkal 2015. Dengan terdakwa Asril, mantan Kepala Desa Muara Bungkal, Siak,"kata Panmud Tipikor Pngadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Deni Sembiring SH, Jumat (5/1/18).


Deni menyebutkan, perkara pungli yang dilakukan Suparman ini, saat masyarakat desa Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang melakukan pengurusan sertifikat Prona.Suparman yang menjabat Kaur Pemerintahan melakukan pemungutan biaya sebesar Rp 1 juta.


Berdasarkan penyidikan, sertifikat yang diterbitkan sudah mencapai lebih 200 sertifikat. Rata-rata setiap sertifikat Suparman meminta biaya sebanyak Rp1 juta.


Akibat perbuatannya itu, pada tanggal 31 Mei 2017 lalu Suparman tertangkap tangan (OTT) oleh personel Satreskrim Polres Siak. Dari tangannya didapat barang buti berupa yang senilai Rp3 juta lebih dan kwitansi bukti penerimaan.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri