Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Jaksa Tuntut Terdakwa 'Saracen' 4 Tahun Penjara PDF Cetak Email
Kamis, 04 Januari 2018 19:24

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Terdakwa kasus penebar kebencian dengan akun 'Saracen' bernama Muhammad Abdullah Harsono (MAH), dituntut jaksa selama empat tahun penjara.

 


Jaksa penuntut umum (JPU) Sukatmini SH dalam amar tuntutannnya menyatakan, terdakwa bersalah melanggar pasal Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat (2)  Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE."Menuntut terdakwa dengan penjara selama empat tahun,"kata Sukatmini, Kamis (4/1/18) di Pengadilan Negeri Pekanbaru.


Atas tuntutan tersebut, terdakwa melakui kuasa hukumnya mengajukan pembelaan (pledoi) kepada majelis hakim yang dipimpin Martin Ginting SH.



JPU dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa membuat postingan di akun facebook yang dapat diakses pengguna facebook lainnya berupa gambar tulisan, yang menyatakan perasaan permusuhan dan kebencian terhadap Presiden Jokowi. Kemudian, kelompok tertentu dalam hal ini orang suku bangsa Tionghoa.



Saat itu konteksnya jelang 20 Mei 2015 terkait akan adanya hasutan untuk melengserkan Presiden Jokowi. Terdakwa menulis "Saya siap membela NKRI dari jajahan PKI dan Cina Komunis Timur pimpinan Jokowi.



"Rapatkan barisan komando rakyat, kudeta siap lengserkan Jokowi setan bajingan. Kalimat ini selain mengandung muatan penghinaan juga mengandung muatan Suku Ras dan Agama karena menuduh Presiden Jokowi bagian dari Cina Komunis,"kata jaksa.



Selain itu, dalam postingannya terdakwa menampilkan gambar dengan tulisan "Orang-orang yang masih membela Jokowi setan bajingan anjing PKI adalah goblok dan tolol. Ibaratkan kerbau yang dicucuk hidungnya dan pasti lengser".



Dikatakan jaksa bahwa menjuluki pendukung Presiden Jokowi seperti itu juga bagian dari penghinaan yang tidak pantas ditujukan kepada kepala negara atau presiden. Kemudian ada juga gambar dan tulisan "Pribumi bersatu, bantai cina-cina kafir dan komunis" dan postingan bernada SARA lainnya.nor


 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri