Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kejati Riau Minta Polda Limpahkan Berkas Penyidikan PT Hutahaean PDF Cetak Email
Selasa, 02 Januari 2018 17:45

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Berkas penyidikan perkara perambahan hutan yang diduga menyeret PT Hutahaean setakat ini telah lengkap (P-21), meski prosesnya sempat berjalan cukup lama ditangani oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau.

 


Hal tersebut dibenarkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Muspidauan SH, Selasa (2/1/18) siang. Artinya, tak lama lagi (Setelah P-21) akan dilanjutkan ke Tahap II (Pelimpahan tersangka dan barang bukti, red).


"Petunjuk jaksa sudah dipenuhi oleh penyidik Polda Riau. Berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P-21 pada Jumat lalu (29 Desember 2017, red)," terang Muspidauan.


Dengan begitu, penyidik tentunya akan memproses dengan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) ke Kejati Riau, untuk selanjutnya disusun berkas dakwaan sehingga dapat segera disidangkan. "Kita minta dengan segera dilimpahkan," sebutnya.


Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Nandang sempat menyinggung bahwa proses penyidikan perkara perambahan hutan sudah rampung dijajarannya alias P-21. Dia pun memastikan akan melanjutkan itu ke proses Tahap II untuk proses pemberkasan.


Diketahui, PT Hutahaean termasuk satu dari 33 koorporasi yang diadukan Koalisi Rakyat Riau (KRR) ke Polda Riau beberapa waktu lalu, lantaran diduga menyulap kawasan hutan menjadi area perkebunan. Kasus tersebut berjalan panjang, di mana sejauh ini baru PT Hutahean saja yang sudah P-21.


Sisanya dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Saat proses penyidikan terhadap PT Hutahaean, Polda sempat memanggil bos perusahaan tersebut, yakni HW Hutahaean untuk dimintai keterangannya sebagai saksi.grc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Supaya iman tidak berkisar
Supaya hidup tidak terlantar
Bila mati tidak tercemar
Masuk ke dalam syurga bersinar