Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Selama 2017, Sebanyak 116 Kilo Sabu dan 207.369 Butir Pil Ekstasi Disita PDF Cetak Email
Senin, 01 Januari 2018 15:12

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM - Peredaran gelap Narkotika di Provinsi Riau makin 'menggila' pada 2017 lalu. Tercatat, setidaknya 116 Kilogram Sabu, 207.369 butir Ekstasi serta 6.925 pil H-Five disita aparat penegak hukum, baik Polda Riau hingga Polres jajaran.

 


Jika barang haram bernilai fantastis ini sempat beredar, entah berapa ratus ribu lebih orang bisa dibuat teler atau mungkin meninggal dunia. Ini yang berhasil tertangkap, belum lagi peredaran Narkoba yang lolos dari pantauan aparat penegak hukum di Provinsi Riau.


Letaknya yang strategis serta banyaknya pelabuhan tikus jadi 'kambing hitam' masuknya Narkoba dengan mudah. Sebagian dijual di Riau atau lainnya sebagai jalur distribusi. Rata-rata untuk Sabu dipasok dari luar negeri melalui perairan di Provinsi Riau, dilanjutkan melewati rute darat.


Selama 2017, aktivitas bisnis haram ini meningkat tajam di Riau. Terbukti dari hasil tangkapan kepolisian, di mana disita 116 kilogram Sabu, 207.369 pil Ekstasi serta 6.925 butir H-Five. Ini naik dibanding 2016, di mana kepolisian hanya sukses menyita 18 kilogram Sabu, 23.094 pil Ekstasi serta 115 butir H-Five.


Kapolda Riau Irjen Nandang menuturkan, jumlah sitaan barang bukti Narkoba naik ditahun 2017, walau secara fakta terdapat penurunan kasus, dari 1.452 pada 2016, turun menjadi 1.323 kasus ditahun 2017.


Demikian juga dengan jumlah tersangka yang berhasil diamankan aparat berwajib juga turun sebanyak 6.53 persen. Di mana pada 2016 ada 1.977 tersangka ditangkap, sementara di 2017 sebanyak 1.848 tersangka terkait peredaran gelap Narkotika.grc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang