Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Jaksa Tuntut Wan Amir Tiga Tahun Penjara PDF Cetak Email
Rabu, 06 Desember 2017 18:37

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Mantan Asisten II Pemprov Riau Wan Amir Firdaus (WAF), dituntut jaksa selama tiga tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi anggaran belanja rutin tahun 2008-2011 sebesar Rp 1,8 miliar lebih, Rabu (6/12/17) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

 

Selain Wan Amir, tiga stafnya yakni uhermanto selaku Bendahara Pengeluaran Bappeda tahun 2008-2009, Hamka selaku Bendahara 2010-2011 dan Rayudin, pejabat verifikasi pengeluaran pada Bappeda Rokan Hilir, dituntut selama dua tahun penjara.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sugandi SH dan Lexy Fatharany SH dalam amar tuntutannya menyatakan, WAF dan tiga stafnya itu bersalah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 2001 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto pasal 55 KUHP.

 

Selain penjara, WAF juga harus membayar denda sebesar Rp200 juta."Jika tidak dibayar maka dapat diganti dengan enam bulan penjara,"jelas jaksa.

 

Sementara tiga stafnya, hanya dikenakan denda sebesar Rp50 juta. Apabila tidak dibayar, diganti dengan tiga bulan penjara.

 

Atas tuntutan jaksa itu, WAF dan stafnya mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang mendatang. Sidang yayng dipimpin majelis hakim Bambang Myanto SH ini, ditunda pekan depan.

 

Dugaan korupsi ini terjadi saat Wan Amir menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rokan Hilir (Rohil). WAF diadili bersama tiga terdakwa lainnya yakni, Suhermanto selaku Bendahara Pengeluaran Bappeda tahun 2008-2009, Hamka selaku Bendahara 2010-2011 dan Rayudin, pejabat verifikasi pengeluaran pada Bappeda Rokan Hilir.

 

Bermula saat Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya transaksi mencurigakan pada rekening Kepala Bappeda Rokan Hilir Wan Amir Firdaus sebesar Rp 17 miliar.

 

Uang itu diduga berasal dari proyek fiktif yang anggarannya dialokasikan ke Bappeda Rokan Hilir tahun 2008 hingga 2011.Uang korupsi ditemukan Rp 8,7 miliar, sedangkan uang dari gratifikasi Rp 6,3 miliar.

 

Modusnya, korupsi penyimpangan belanja rutin dan belanja pengadaan barang. Hasil audit ditemukan kerugian negara sebesar Rp1.826.313.633.nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu