Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Korupsi Dana Silpa APBDes, Kades Kepayang Diadili PDF Cetak Email
Selasa, 05 Desember 2017 20:31

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM-Kepala Desa (Kades) Kepayang, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Rokan Hulu (Rohul), Anten, diadili terkait kasus dugaan korupsi dana Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBDes 2015, Selasa (5/12/17) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

 

AJaksa Penuntut Umum (JPU) Gilang SH dalam dakwaannya menyebutkan, jika perbuatan Anten ini dilakukannya pada tahun 2016 silam. Berawal ketika itu Desa Kepayang ada Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) dana APBDes 2015.

 

"Kelebihan anggaran APBDes pada tahun 2015 itu, lalu digunakan Anten pada tahun 2016. Parahnya dana Silpa sebesar Rp556.650.000 untuk pembangunan desa itu, sebagian digunakannya untuk kepentingan pribadi,"kata jaksa.

 

Modus yang dilakukan Anten untuk menggunakan anggaran Silpa itu, dengan cara memalsukan tanda tangan Bendahara Desa. Sedikitnya, ada 18 kali Anten mencairkan dana Silpa itu.

 

Atas perbuatannya itu, Anten dijerat JPU dengan Pasal 2, Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

 

Anten yang tanpa didampingi kuasa hukum itu, tidak mengajukan keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa. Sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlia Panjaitan SH ini, ditunda pekan depan dengan agneda mendengarkan keterangan saksi-saksi.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota