Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pembunuhan PDF Cetak Email
Selasa, 02 November 2010 21:19

PEKANBARU, RIAUPLUS.COM- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dipimpin Krosbin Lumban Gaol SH, menjatuhkan vonis bebas terhadap Ranto alias Anto bin Wongso Prawiro (28), warga Simpang Palas Rumbai. Terdakwa kasus pembunuhan terhadap korban Hengki Firdaus (27) ini, dinyatakan tidak bersalah.


Kepada riauplus.com, Selasa (2/11) hakim Krosbin mengatakan, ada beberapa pertimbangan pihaknya membebaskan Ranto. Diantaranya, berdasarkan keterangan saksi dan fakta di persidangan, Ranto tidak terbukti secara bersama-sama melakukan pembunuhan.

"Terdakwa kita bebaskan karena tidak terbukti ikut bersama-sama, melakukan kekerasan sehingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain,"tegas Krosbin, saat ditemui di Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Sebelumnya, jaksa menuntut Ranto selama dua tahun dan enam bulan penjara. Jaksa menilai, Ranto terbukti melanggar pasal 170 ayat 2 dan pasal 351 ayat 3 junto pasal 55 ayat 1 ke 1.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi Senin (12/4)  2010 lalu. Berawal ketika terdakwa  Ranto bersama teman-temannya termasuk korban, pergi ke kedai tuak Bintang Utara Rumbai. Setelah menenggak tuak, korban meminta pindah ke kedai tuak yang ada karaokenya.

Akhirnya mereka pun pindah ke kedai Mami Yuli di Simpang Bingung Palas, dengan menggunakan meter. Di tempat itu mereka memesan tuak hingga mabuk. Lalu terdakwa mengajak korban keluar dan menawarkan mengantar pulang.

Tetapi korban menolak dan malah menantang terdakwa untuk berduel. Kontan saja ajakan itu ditolak terdakwa, dengan mendorong korban jatuh ke motornya.

Lalu korban berdiri sambil membuka baju dan kembali mengajak duel, namun lagi-lagi ditolak. Akhirnya datang Indra Gunawan (berkas terpisah) dan langsung ditantang korban berduel.

Indra yang terpancing emosinya langsung meladeninya dengan memukul korban hingga jatuh ke sebuah kolam. Namun korban tidak muncul-muncul dari kolam.

Terdakwa bersama teman-temannya berusaha mencari korban, dengan berenang. Tetapi korban tidak ketemu. Akhirnya mereka pulang karena menganggap korban sudah pergi dari TKP.

Namun dua hari kemudian, korban ditemukan warga mengapung di kolam tersebut. Selanjutnya, terdakwa dan bersama temannya dibekuk polisi. M Nur Zein

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran