Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Sidang Kasus Korupsi Bupati Siak Digelar di PN Pekanbaru PDF Cetak Email
Senin, 25 April 2011 20:44

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Kasus dugaan korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman (IUPHHK-HT), dengan tersangka Bupati Siak, Arwin AS, akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Ditunjuknya PN Pekanbaru, karena telah memiliki empat hakim adhoc tindak pidana korupsi (Tipikor), yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung (MA) RI.

Kepastian sidang Arwin dilaksanakan di Pekanbaru ini, diungkapkan Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru, Achmad Yusack SH, kepada riauplus.com, Senin (25/4) di ruang kerjanya. Dikatakan, jika berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), maka akan dilimpahkan ke PN Pekanbaru.

"Nanti, sidang kasus korupsi Bupati Siak, Arwin, akan dilaksanakan di PN Pekanbaru. Digelarnya sidang itu di sini, karena kita sudah memiliki hakim adhoc Tipikor yang telah ditetapkan oleh MA,"tegasnya.

Alasan lainnya lanjut Achmad Yusack, tempat kejadian perkara (locus delicty-red) dugaan korupsi ini memang berada di Riau."Kemudian, saksi-saksi yang akan dimintai keterangannya dalam kasus ini, juga banyak berdomisili di sini,"sebutnya.

Achmad Yusack mengakui, sebelumnya saat kasus korupsi yang melibatkan mantan Bupati Pelalawan, Azmun Jaafar, memang disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ketika itu, di Riau memang belum dibentuk hakim adhoc khusus Tipikor."Sekarangkan sudah ada,"singkatnya.

Menurutnya, ada empat orang hakim adhoc Tipikor pada PN Pekanbaru yang telah ditunjuk oleh MA. Diantaranya, M Suryadi SH MH, Hendri SH MH, Rakhman Silaen SH MH dan Agus Yunianto SH MH. Rencananya, keempat hakim adhoc ini, akan dilantik pada Senin (2/5) mendatang di PN Pekanbaru, sebelum menyidangkan kasus Arwin.

Arwin ditahan KPK, Jumat (25/3) lalu, tersangkut kasus dugaan korupsi, penerbitan IUPHHK-HT di Riau tahun 2001-2006. Arwin menandatangi pemberian izin pemanfaatan hutan tanaman industri (HTI), terhadap beberapa perusahaan di Riau.

Akibat perbuatannya itu, Arwin diduga telah melakukan korupsi dan merugikan keuangan negara sekitar Rp301 miliar. Arwin dianggap melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 5 UU 31 tahun 1999, yang telah diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy