Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kelima

    jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.

    jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.

    jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.

    jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.

    jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.

    jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Penambahan BBM Riau, Tidak Harus Yang Bersubsidi PDF Cetak Email
Kamis, 16 Agustus 2012 13:32

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan bahwa penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diajukan ke Pertamina, tidak mutlak untuk BBM yang bersubsidi. Sehingga Pertamina dan BPH Migas, bisa merespon penambahan BBM yang telah diajukan berkali-kali itu.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau, Husni Hasan kepada riauplus.com, Kamis (16/8/12) di Pekanbaru. Menurut Husni, usulan tersebut sampai saat ini belum ditanggapi.

"Yang pastinya itu, tidak boleh ada kelangkaan BBM saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) September mendatang. Makanya kita ajukan penambahan kuota BBM. Itupun tidak mesti yang bersubsidi,"ujar Husni.

Ketika ditanyakan mengenai langkah alternatif yang dilakukan, jika usulan penambahan kuota BBM tidak direspon pusat, Husni mengatakan hal tersebut pada dasarnya harus direspon. Husni mengaku, tidak memiliki alternatif jika usulan itu ditolak.

"Payahlah, kalau usulan itu tidak diterima. Karena untuk kuota BBM itu tidak bisa melibatkan pihak swasta. Apalagi penamabahan itu untuk mendukung PON yang merupakan iven berskala nasional,"ulasnya.

Lebih jauh saat ditanyakan upaya dengan melakukan koordinasi ke pusat, Husni menegskan, kalau pihaknya sudah berkali-kali berkoordinasi dengan pihak terkait. Bahkan, pihaknya sudah 'menjemput bola' sebagai solusi penambahan kuota BBM itu.

"Jika dialihkan ke Pertamax pun, siapa yang bisa memberikan garansi kuota Pertamax maksimal untuk memenuhi keperluan PON. Untuk itu, solusi konkrit dari Pertamina dan BPH Migas memang sangat diperlukan,"terangnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Riau telah berulang kali melayangkan surat resmi ke Pertamina perihal usulan penambahan kuota BBM. Surat yang diajukan merupakan surat ketiga kalinya, selama setahun belakangan ini. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

Rakor Gubri Dengan Bupati/Walikota Se Riau

article thumbnail
Galeri Foto Peresmian Proyek Pemprov Riau

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Supaya iman tidak berkisar
Supaya hidup tidak terlantar
Bila mati tidak tercemar
Masuk ke dalam syurga bersinar