Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Penghitungan DBH Migas Belum Transparan PDF Cetak Email
Kamis, 02 Desember 2010 10:30

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Setiap tahunnya daerah penghasil minyak dan gas (Migas) mendapatkan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Namun sejauh ini, tidak diketahui secara jelas sistim penghitungan DBH tersebut.


Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas, Mulyana Sukardi, dalam Rapat Pengkajian dan Perhitungan Penerimaan Dana Bagi Hasil Migas Kabupaten/Kota Se Riau, Kamis (2/12) di Hotel Ibis.

"Daerah penghasil Migas hanya mengetahui persentase DBH yang akan diterimanya. Akan tetapi daerah tidak mengetahui bagaimana cara menghitung DBH Migas yang dilakukan Kementrian Keuangan,"ujar Mulyana.

Dikatakannya, Kementrian ESDM berdasarkan UU nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, telah menetapkan bahwa untuk DBH minyak bumi 84,5 persen untuk pusat dan 15,5 persen untuk pemerintah daerah. Sementara untuk gas bumi 69,5 persen untuk pusat dan 30,5 persen untuk daerah.

"Nah melalui, pertemuan forum ini, kita mengharapkan adanya persepsi yang jelas tentang perhitungan
DBH tersebut. Sehingga, daerah memang menaruh percaya kepada pusat dalam melakukan
perhitungan,"sebutnya lagi.

Sementara Kadis Pendapatan Daerah Said Mukri melalui Kabid Retribusi PADL dan Bagi Hasil, Jonli, menerangkan bahwa, selama dua tahun terakhir ini dana penerimaan DBH Migas Riau dari Kemenkeu RI selalu mengalami penurunan target. Untuk tahun 2009, DBH Migas yang ditargetkan Rp11.403.873.163.000.

"Namun terjadi penurunan menjadi Rp6.069.869.406.000 atau turun sebesar 46 persen. Pada tahun 2010 target Rp7.506.057.063.000 dan target perubahan sebesar Rp.8.846.856.239.000. Namun realisasinya hingga triwulan III 2010 hanya Rp4.220.007.084.485, yang sudah masuk ke kas daerah. Khusus untuk Pemprov diterima Rp753.145.879.302,"terangnya. M. Nur Zein

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda permata intan
Pantun Melayu jangan abaikan
Di dalamnya banyak mengandung pesan
Pegang olehmu jadi pedoman