Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Investasi Asing di Riau 196 Juta Dolar Amerika PDF Cetak Email
Rabu, 24 November 2010 13:42

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Hingga Semester I 2010, jumlah perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Riau mencapai $196.989.547. Angka ini menunjukkan tingginya animo perusahaan asing yang berinvestasi ke Riau.

Hal ini diungkapkan Kabid Fasilitasi Kerjasama dan Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Pembangunan Daerah (BPMPD) Riau, Hamsani Rahman kepada wartawan, termasuk riauplus.com, Rabu (24/11)."Perusahaan asing yang menanamkan modalnya ke Riau hingga semester satu 2010 mencapai 196 juta Dolar Amerika lebih,"tegasnya.

Menurut Hamsani, ada sekitar 10 perusahaan besar yang telah melaporkan daftar investasinya di Riau. Perusahaan yang paling banyak menanamkan modalnya itu, bergerak di bidang perkebunan sawit.

Berdasarkan data kata Hamsani, perusahaan perkebunan sawit dan karet yang terbesar investasinya yakni PT Adei Plantation yakni sebesar 115.615.976 Dolar Amerika. Kemudian perusahaan industri minyak goreng PT Ciliandra Perkasa.

"Sejauh ini minat perusahaan asing menanamkan modalnya ke Riau, terus mengalami peningkatan. Buktinya saja, tahun 2009 lalu kita menempati lima besar peringkat nasional PMA,"ujar Hamsani.

Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) lanjut Hamsani, juga terus mengalami peningkatan. Hingga semester 2010 ini, sudah mencapai Rp3.065.775.414.907. Sama halnya dengan PMA, di PMDN perusahaan yang banyak menanamkan modalnya juga bergerak di bidang perkebunan.

"Yang paling besar itu perusahaan PT Ivo Mas Tunggal yakni Rp1.320.931.940.000, yang bergerak di perkebunan kelapa sawit. Lalu PT Buana Wira Lestari Mas sebesar Rp473.674.292.400,"ujarnya lagi.

Kesempatan itu juga, Hamsani menegaskan bahwa segala bentuk perizinan penanaman modal saat ini sudah menjadi wewenang Pemprov Riau. Sebelumnya, semua izin investasi PMDN selalu dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta.

"Sejak 1 November lalu, izinnya sudah dikelola BP2T Riau. Dilimpahkannya wewenang ini berdasarkan Peraturan Ketua BKPM nomor 12 tahun 2009, bahwa seluruh perizinan dan non perizinan PMDN tidak lagi wewenang pusat, tetapi diserahkan ke daerah. Jadi tidak perlu lagi ke Jakarta,"paparnya.

Dikatakan, sistim perizinan PMDN itu menggunakan sistim pelayanan informasi dan perizinan investasi secara elektronik (SPIPISE). Bahkan tidak hanya PMDN, direncanakan ke depannnya semua perizinan untuk PMA juga akan diambil alih oleh daerah. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran