Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Realisasi APBD Riau Rendah, Hanya Capai 26,97 Persen PDF Cetak Email
Selasa, 14 Mei 2019 20:58

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Hingga Tri Wulan kedua Mei 2019 ini, realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau masih rendah yakni  mencapai 26,97 persen atau setara dengan Rp1.557.739.359.493.

 


"Dengan rincian untuk belanja tidak langsung sebesar 10,60 persen. Sedangkan untuk belanja langsung sebesar 6,37 persen,"kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, Selasa (14/5/19).


Dia mengakui, realisasi APBD tersebut masih rendah. Namun pihaknya optimis pada pertengahan tahun nanti realisasi serapan anggaran akan meningkat. Sebab saat ini sejumlah OPD masih menyelesaikan administrasi keuanganya, sehingga belum seluruhnya tercatat menjadi realisasi.


"Diawal-awal ini memang sedang dalam tahap persiapan semua. Karena kita kan tidak boleh terburu-buru untuk mengeksekusinya. Perlu persiapan yang matang. Biasanya kita itu memang dipertengahan tahun nanti meningkat realisisanya," kata Sekda.


Saat disinggung apakah ada OPD yang enggan menggunakan anggaran karena adanya harus menyesuaikan dengan visi misi gubernur terpilih, Ahmad Hijazi memastikan sudah tidak ada lagi. Alasannya, karena visi dan misi itu hanya penajaman saja.


"Jadi sebenarnya secara umum kebijakan daerah itu kan sesuai RKB dan Musrembang. Hanya saja saat masuk kegiatan, baru ada fokus, penekanan kemana, ke aspek apa. Misalnya sektor pertanian, pertanian yang bagaimana, misalnya sekarang kan kecendrunganya itu untuk budidaya padi, jadi fokus per komoditi. Kemudian untuk pengembangan usaha, fokusnya ke UKM agar produktif, jadi kegiatan itu difokuskan,"sebutnya.nor

 

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri