Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Rupiah Melemah, Gubri:Ekspor Sebanyak-banyaknya... PDF Cetak Email
Rabu, 05 September 2018 16:13

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mendorong kepada pihak swasta daerah ini untuk memanfaatkan peluang naiknya harga kurs US Dollar terhadap rupiah dengan melakukan ekspor secara jor-joran.

 


"Pokoknya ekspor sebanyak-banyaknya dan minimkan impor bahan baku. Kalau kaum industri banyak melakukan pola seperti ini, saya rasa masalah pelemahan rupiah akan mendatangkan keuntungan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/9/18) di Kantor Gubernur Riau.


Di Provinsi Riau, memang ada beberapa komoditi yang melakoni aktivitas ekspor dalam skala besar, seperti CPO dan Migas. Namun masalahnya produk jadi dari bahan baku ini kembali diimpor ke dalam negeri dalam bentuk barang jadi.


Terhadap masalah ini, menurut Andi Rachman, pemerintah pusat bersama lembaga lain yang menangani masalah keuangan pastinya sudah memikirkan langkah-langkah dan upaya penanganan. Hanya saja dalam kondisi seperti ini memang dibutuhkan kebijakan intervensi yang tepat sehingga setiap kebijakan.


"Tentu memang pemerintah sudah pikirkan dan memilih langkah-langkah prioritas dalam rangka jaga kondisi rupiah yang seperti ini," sambungnya.bpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota