Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Pemprov Tidak Terlibat Proyek PLTU Riau I yang 'Dihentikan' KPK PDF Cetak Email
Rabu, 18 Juli 2018 07:44

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pemprov Riau mengklaim tidak pernah dilibatkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-I berkapasitas 2 x 300 Megawatt yang saat ini dihentikan sementara oleh KPK.

 


Pemberhentian proyek ini menyusul setelah KPK menetapkan dua tersangka masing-masing anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih (EMS) dan pemegang saham BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK).


Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus mengatakan, bahwa proyek yang berlokasi di Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) itu merupakan proyek strategis nasional (PSN). Sehingga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak dilibatkan dalam proyek ini.


"Secara ketentuan kita tidak terlibat baik izin atau rekomendasi karena hal tersebut PSN dan yang melaksanakan langsung PLD dari dana APBN," kata Indra di Pekanbaru, Selasa (17/7/18).


Pemprov Riau, lanjut Indra, tentu sangat menyambut baik program tersebut karena diharapkan dapat menambah cadangan energi listrik di Riau. Apalagi pembangunan proyek tersebut didanai oleh pusat.


"Kalau ditanya dibutuhkan atau tidaknya pasti dibutuhkan. Sebab dengan demikian cadangan energi listrik untuk Riau akan lebih memadai untuk seluruh Riau dan Sumatera," tuturnya.


Hal senada juga ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, bahwa Pemprov Riau tidak terlibat sama sekali dalam proyek PLTU Riau I tersebut. Kendati demikian, ia berharap proyek itu tetap dilanjutkan pengerjaannya.


''Untuk masalah kasus suap itu sendiri, kita tidak mau mengurus. Tapi, kita masih berharap besar agar proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar karena bisa memberikan manfaat yang baik,'' kata Ahmad Hijazi.grc/nor

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri