Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Merasa 'Dikibuli' Soal Pajak, Gubri Minta Perusahaan Sadar' PDF Cetak Email
Kamis, 12 Juli 2018 09:43

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pemprov Riau selama ini merasa 'dikibuli' soal pembayaran pajak sejumlah perusahaan yang beroperasi di Riau.

 


Untuk itu, Pemprov Riau berencana akan mendudukkan masalah ini dengan kaum investor yang sudah menanamkam investasi dan beroperasi lama di Riau.


Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengakui kalau selama ini dirinya merasakan hal demikian. Ada semacam ketidakadilan diberlakukan ke Riau soal pembayaran pajak perusahan. Selama ini ada banyak perusahan hanya sebatas numpang kaya di Riau, tapi sama sekali tidak memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.


"Contoh sederhana saja soal NPWP mereka (perusahaan). Mereka beroperasi di Riau tapi NPWP-nya terdaftar di daera lain. Tentu pajaknya tidak masuk ke Riau," katanya, Kamis, 12 Juli 2018 di Pekanbaru.


Andi Rachman menambahkan, dalam waktu dekat Pemprov Riau akan menyusun rencana pertemuan dengan pihak investor untuk membicarakan masalah ini. Di tengah kondisi pemerintah daerah mengalami kesulitan anggaran, pihak-pihak ini dianggap berpotensi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sisi pembayaran pajak.


Mengumpulkan pemilik perusahaan tersebut, lanjut Andi Rachman, Pemprov Riau secara terbuka mengajak pengusaha untuk 'sadar diri' agar perusahan-perusahan itu mau menggunakan NPWP Riau, sesuai di daerah mana mereka beroperasi.


"Karena ini menyangkut masalah pasal 25 (badan) dan pasal 21 (perorangan). Kalau ini di penuhi investor akan membantu PAD," sambungnya.bpc/nor

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu