Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kejar Pajak Sektor Migas, DPRD Riau Akan Panggil Stakeholder PDF Cetak Email
Selasa, 26 Juni 2018 19:24

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Komisi III DPRD Riau berencana memanggil stakeholder kegiatan hulu migas di Riau untuk melakukan hearing.

 


Seperti yang disampaikan Anggota Komisi III DPRD Riau, Asri Auzar, pihaknya akan mengajak Dinas ESDM dan SKK Migas untuk mengkaji Peraturan Menteri ESDM nomor 37 tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10 Persen Pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.


Dikatakan Asri, bahwa pertemuan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Juli 2018 nanti. Setelah itu, pihaknya akan mengundang perusahaan hulu migas di Riau seperti Chevron, Bumi Siak Pusako, Pertamina dan lainnya.


"Kita akan tanyakan soal Permen yang belum dilaksanakan ini," sebutnya pada Selasa (26/6/2018).


Diakui Asri bahwa hingga saat ini, Riau belum menerima participating interest (PI) sebesar 10 persen. Untuk itu pihaknya mempertanyakan seperti apa sumbasih dari perusahan tersebut kepada daerah. "Yang baru mulai baru Bumi Siak Pusako, yang lain belum," katanya.


"Pajak ini bereda dengan CSR yang selama ini digulirkan. Pemberiannya terpisah dari program CSR tersehut, meski tidak ada laporan ke kita seperti apa CSR mereka," jelas Asri lagi.


Asri mengakui bahwa persoalan minyak bumi saat ini cukup sensitif di Riau. Riau merupakan provinsi yang kaya minyak, namun masih banyak masyarakat Riau di pinggiran dan perbatasan yang menderita kemiskinan. "Banyak kita lihat Suku Sakai yang tidak berbaju bermain di atas pipa minyak. Ini menjadi ironi bagi kita sebenarnya," tambah politisi Partai Demokrat ini.ck/nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu