Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Investasi Riau Triwulan Kedua Diprediksi Melambat Karena Libur Lebaran PDF Cetak Email
Minggu, 24 Juni 2018 09:37

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pertumbuhan investasi di Riau pada triwulan kedua 2018 diperkirakan sedikit melambat, disebabkan banyaknya hari libur dan cuti bersama pada saat lebaran Idul Fitri.


Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau, Siti Astiyah dalam kajikan ekonomi regional Mei 2018, menjelaskan panjangnya waktu libur menyebabkan tertundanya sejumlah proyek pembang infrastruktur bangunan maupun non bangunan.

"Namun demikian secara keseluruhan di 2018 ini diperkirakan tumbuh lebih tinggi jika dibandingan tahun 2017 lalu. Karena proyek infrastruktur strategis yang ada, masih berlanjut pembangunannya," ujarnya.

Dia menjelaskan, misalnya pembangunan jalur tol Pekanbaru-Dumai sepanjangan 135 KM, serta adanya proyek yang direncanakan mulai kontruksi tahun 2018 seperti tol Rengat-Pekanbaru sepanjang 175 KM.

Selanjutnya rencana pembangunan rel kereta api Rantau Parapat-Duri-Pekanbaru, dan jalan tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi sepanjang 185 KM juga bikin investor baik lokal mapun asig melihat ada pelung baru dalam pengembangan investasi.bpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri