Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Pemprov Riau Kesulitan Rasionalisasi Anggaran PDF Cetak Email
Sabtu, 26 Mei 2018 06:05

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengaku kesulitan untuk melakukan rasionalisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2018.


Pengakuan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi, Jumat (25/5/2018) di kantor Gubernur Riau."Pada prinsipnya kita sedang mempersiapkan rasionalisasi, dan perlu kita komunikasikan dengan Plt Gubernur Riau dan DPRD Riau," katanya.


Untuk melakukan rasionalisasi anggaran, diakui Ahmad Hijazi ada banyak rambu-rambu, dan rambu-rambu itu banyak sekali."Saking banyaknya, kita sedikit kesulitan melakukan rasionalisasi," cetus mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam ini.


Meski begitu, lanjut Ahmad Hijazi, belanja Pemprov Riau memang harus dikurangi dan diefesiensikan. Hal itu pilihan ketika pendapatan tidak tercapai ataupun ada penurunan penerimaan."Ketika pendapatan tidak tercapai, maka sebagai konsekuensinya belanja harus dirasionalisasi," cakapnya.


Ditanya anggaran apa yang bakal dirasionalisasi, Sekdaprov Riau belum bisa memastikannya. Karena pihaknya masih mempertimbang dan melihat kegiatan apa yang bakal dirasionalisasi.


"Apalagi anggaran belanja infrastruktur kita tahun ini cukup besar. Kalau di sektor kesehatan dan pendidikan perlu penajaman, karena memang di situ ada mandatori dan tidak mungkin untuk dirasionalisasi," terangnya.


"Sedangkan kalau sektor-sektor publik harus menjadi perhatian. Jadi kemampuan berhemat itu tidak sepenuhnya besar, tapi relatif. Jadi perlu kerja keras untuk melakukan rasionalisasi," sambungnya.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang