Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Pedagang Keluhkan Kondisi Pasar Cik Puan ke Kemendag PDF Cetak Email
Senin, 23 April 2018 17:36

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM– Momen peninjauan harga sembako yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Senin 23 April 2018, dimanfaatkan oleh pedagang di Pasar Cik Puan untuk mengeluarkan keluhannya.

 

 

Bertemu dengan Kemendag RI dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, Dodi Edward, pedagang mengeluhkan kondisi Pasar Cik Puan yang dianggap tidak kondusif untuk melakukan transaksi jual beli.

 

"Tengoklah pak kondisi pasar (Cik Puan) kami ini. Sangat tidak kondusif untuk berjualan. Kalau hujan pasti becek, ada juga yang bocor pak," ujar Sri salah seorang pedagang cabai di Pasar Cik Puan.

 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ridwan. Pedagang yang sehari-harinya berjualan beras ini juga mengeluh dengan kondisi Pasar Cik Puan saat ini."Jangankan hujan lebat, hujan sedikit saja sudah bocor lapak kami. Imbasnya barang dagangan kami jadi rusak. Bukannya untung berjualan, kami malah rugi," kesal Ridwan.

 

Dalam harapannya, Ridwan meminta agar pemerintah mau mendengarkan keluhan pedagang dan segera memperbaiki infrastruktur yang terdapat di Pasar Cik Puan. Terlebih saat ini Pekanbaru telah memasuki musim hujan dan bulan puasa yang hanya tinggal kurang dari sebulan lagi.

 

"Kami mohon Pak Kemendag dan pemerintah segeralah carikan solusi. Kalau begini terus, gimana masyarakat mau datang kesini. Pasti mereka lebih memilih ke supermarket," harap Ridwan.

 

Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag RI, Dodi Edward, meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait untuk segera memberikan perhatian khusus terhadap keluhan yang dikeluarkan oleh pedagang ini. Terlebih hal ini bersangkutan dengan kesejahteraan masyarakat.

 

"Kota Pekanbaru saat ini terkenal dengan pusat perdagangan dan jasanya. Sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian khusus kepada beberapa poin pendukung berkembangnya perdagangan dan jasa. Salah satunya ialah infrastruktur pasar," jelas Dodi.bpc/nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang