Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Pemprov Riau Hilangkan Peluang Dana APBN Rp63,7 Miliar PDF Cetak Email
Selasa, 10 April 2018 19:53

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Riau Tri Budhianto mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau menghilangkan peluang penyerapan Dana APBN sebesar Rp 63,7 miliar dari Belanja Modal dan Kas Bendahara.

 

 


"Ada beberapa hal yang menyebabkan hilangnya peluang untuk menjadi realisasi anggaran, dari seluruh kantor, sebenarnya ada alokasi Belanja Modal untuk pengadaan yang nilainya dibawah Rp 200 juta, lebih kurang jumlahnya mencapai Rp 19,9 miliar, untuk pengadaan dibawah Rp 200 juta bisa dilakukan tanpa lelang, seharusnya tri wuluan I ini sudah bisa terealisasi," kata Tri.


Tapi faktanya, kata Tri, sampai dengan tri wulan I dari jumlah anggaran Rp. 19,9 miliar baru terealisasi sekitar Rp 4 miliar, sehingga masih ada Rp 15 miliar yang tidak terealisasi.


"Kemudian dari uang kas yang dikelola oleh Bendahara, uang yang di kelola Bendahara ini seharusnya setiap bulan habis, tapi faktanya setiap bulan itu tidak habis, setiap bulan itu ada Rp 53 miliar untuk dikelola, sehingga kalau dikali tiga bulan jumlahnya mencapai Rp 159 miliar, namun realisasi yang bisa digunakan untuk dikelola hanya Rp 111 milar, ada potensi yang seharusnya bisa terserap Rp 47 miliar dan seharusnya bisa dihabiskan oleh pengguna anggarannya," kata dia.


Lanjut Tri, sehingga total keseluruhan potensi serapan yang hilang dan tidak mampu dihabiskan sebesar Rp 63,7 miliar.Kata dia, rendahnya target realisasi serapan karena persoalan-persoalan administrasi, seperti penetapan pengelola anggaran yang terlambat.


"Jadi SK nya tidak segera ditetapkan sehingga kegiatannya tidak bisa segera dijalankan, ada juga beberapa yang memang Pagu Anggaran nya masih diblokir serta ada beberapa keraguan dari pengguna anggaran nya," kata Tri.


Dia juga menjelaskan, sebenarnya disetiap Satuan Kerja (Satker), para pejabatnya ditetapkan melalui Surat Keputusan yang diberlakukan lebih dari satu tahun."Jadi tidak perlu setiap tahun ganti SK, tapi ada beberapa para Pejabat Perbendaharaan ini yang selalu menunggu keputusan berikutnya sehingga pekerjaannya menjadi tertunda," demikian Tri.rbc/nor


 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang