Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kelima

    jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.

    jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.

    jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.

    jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.

    jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.

    jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Pemprov Riau Tidak Lagi Pemegang Saham Terbanyak BRK PDF Cetak Email
Senin, 09 April 2018 13:39

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM - Asisten II Setdaprov, Masperi mengatakan Bank Riau Kepri (BRK) merupakan salah satu dari sekian sumber pendapatan yang diharapkan. BRK memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat Riau.

 

 


"Dari aspek teknis saya tak ngomong karena itu lebih tahu OJK," kata Asisten II Setdaprov Masperi dalam pertemuan pers di Kantor OJK Riau Jalan Arifin Ahmad, Senin (9/4/18).


Pengawasan terhadap BRK dilakukan dari berbagai aspek. Pertama RUPS. Semuanya dibedakan satu per satu terhadap rencana bisnisnya.


Selama ini Riau terkenal atas dan bawah minyak sudah mulai bergeser. Pendapat dari DBH tidak lagi seperti dulu. Sehingga harus gali sisi pendapatan daerah, salah satu dari BRK.


BRK masih kebanggaan masyarakat Riau karena reputasinya menunjukkan tren perbaikan. Terutama untuk sektor pengkreditan. Ini untuk menjaga sektor riil.


"Penjelasan OJK, BRK itu masih sehat. Pemprov tidak lagi sebagai pemegang saham dominan. Tapi hanya pemilik modal pengendali saja," katanya. "OJK lembaga resmi yang menyatakan perbankan itu sehat atau tidak," sambungnya.bpc/nor

 

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota