Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Data Sembako Tak Transparan dan Tak Akurat, Pemprov Riau Sebut BI Pakai Data Perkiraan Saja PDF Cetak Email
Selasa, 03 April 2018 10:15

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pemprov Riau minta Bank Indonesia (BI) sebaiknya menggunakan data perkiraan saja untuk mengambil langkah kebijakan, terhadap penyelesaian masalah ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di Riau.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan jika membutuhkan data akurat dari hasil survei terlalu jelimat dan butuh waktu lama. Menurut dia data perkiraan saja sudah cukup bagi BI untuk melakukan upaya dalam menyelesaikan masalah kebutuhan pokok di Riau."Kalau harus pakai data hasil survei pula itu terlalu jelimat, rumit dan butuh waktu lama," katanya, Selasa 3 Maret 2018 di Pekanbaru.

Dia menambahkan, untuk mengetahui berapa kebutuhan sembako di Riau pada dasarnya bisa dihitung per komoditi saja. Misal berapa kebutuhan beras untuk dikonsumsi per orang.

"Anggaplah misalnya 12 kilo gram per jiwa, kalau di wilayah perkotaan berkisar pada angka 10 kilo gram per jiwanya. Tinggal hitung saja kan. Kalau meleset paling sedikit. Dulu waktu menjadi Kepala Dinas Perdagangan di Kepri saya pernah melakukan hal seperti ini dan hasilnya mendekati kebenaran," sambungnya.

Hijazi menegaskan, untuk masalah data pada prinsipnya tidak perlu dipersoalkan meskipun dalam mengambil suatu kebijakan memang dibutuhkan data lengkap. Namun menurutnya, karena masalah kebutuhan pokok masyarakat adalah kebutuhan mendesak. Maka sebaiknya upaya nyata harus segera dilaksanakan.

"Sembako itu kan suplainya bisa dimonitor. Itu hanya beras kan. Termasuk juga cabai dan komoditi kebutuhan pokok masyarakat lainnya," ujarnya.bpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu