Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Lippo Karawaci Masih 'Abaikan' Surat Pemprov Riau PDF Cetak Email
Selasa, 27 Pebruari 2018 16:46

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM - Surat terakhir dilayangkan Pemprov Riau ke pihak Lippo Karawaci terkesan "diabaikan". Sebab hingga kini belum ada kabar.

 


Perusahaan yang mengelola Hotel Aryaduta itu, sebelumnya, merasa keberatan dengan usulan perubahan kontrak kerjasamanya dengan Pemprov Riau.


Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setdaprov Riau Darusman membenarkan kalau hingga kini belum ada kabar apapun, terkait surat terakhir yang dilayangkan Pemprov Riau ke Lippo Karawaci.


Namun demikian, Pemprov Riau sama sekali belum mengubah niat terhadap rencana awal tentang penerimaan PAD Riau dari pengelolaan Aryaduta itu.


"Belum ada perkembangan. Sampai sekarang kami masih menunggu jawaban mereka terhadap surat terakhir yang kami kirimkan," katanya, Selasa, (27/2/18) di Pekanbaru.


Darusman menegaskan Pemprov Riau tetap ingin pihak Lippo Karawaci menyetujui kesepakatan yang sudah dibicarakan akhir tahun 2017 lalu. Dalam pertemuan itu Pemprov Riau menyatakan agar kontrak pengelola Hotel Aryaduta diubah terutama pada bagian jatah yang diterima Pemprov Riau total penghasilan bruto sebesar Rp200 juta per tahun.


Dalam perjanjian kerjasama baru, Pemprov Riau sudah ingin angka itu ditambah, yakni sebesar 15 persen, 10 persen atau 5 persen dari total penghasilan bruto hotel itu. Sebab jumlah uang sebesar Rp200 juta sudah tak relevan dengan harga pasaran saat ini.bpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat