Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
2018, Pemprov Riau Stop Dana ke BUMD PDF Cetak Email
Rabu, 20 Desember 2017 12:53

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pemerintah Provinsi Riau tidak akan memberikan suntikan dana bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tahun 2018. Karena sejauh ini BUMD yang selalalu menyusu melalui APBD selalu dimanjakan dan tidak serius dalam menjalankan usaha.

 

Salah satunya adalah PT Riau Petroleum (RP). Perusahaan tersebut berdiri sejak tahun 2002 namun sama sekali belum pernah memberikan dividen. Selama ini hanya menerima suntikan dana segar dari uang rakyat, tapi dividen nol.

Kepala Biro Ekonomi Riau, Darusman, mengatakan bahwa PT Riau Petroleum memang sama sekali belum ada memberikan dividen bagi Pemprov Riau sebagai pemilik. Karena itu untuk tahun ke depan Pemprov tidak akan memberikan suntikan dana bagi PT Riau Petroleum dan BUMD lainnya.

"Jadi tidak dibenarkan lagi menyusu melalui APBD. BUMD diminta untuk meningkatkan dividen, termasuk PT Riau Petroleum yang diberi tugas untuk mendapatkan Participating Interest (PI) 10 Persen, bekerjasama dengan BUMN," tegas Darusman.

"PT Riau Petroleum bisa mengelola usaha seperti limbah B3 di chevron, batubara, air minum selagi ada core bisnisnya. Jangan hanya mengharapkan suntikan dana dari APBD," tambahnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2016 dividen terbesar BUMD hanya bisa diberikan oleh Bank Riau Kepri (BRK). Sedangkan BUMD lainnya, seperti PT Riau Investment Corporation (RIC) atau biasa juga disebut dengan PT Pengembangan Investasi Riau (PIR), sudah tidak pernah memberikan keuntungan sejak 2014 lalu. Begitu juga dengan PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) sejak 2013 juga tak memberikan keuntungan, kecuali pada 2011 Rp3 miliar serta 2012 Rp7 miliar.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu